Kamis, 13 Januari 2011

SISTEM OPERASI

Posted by mustafa | Kamis, 13 Januari 2011 | Category: |

STRUKTUR SISTEM OPERASI
1. Komponen-Komponen Sistem
a. Manajemen Proses
Proses adalah ketika sebuah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses
memerlukan sumber daya (resource) tertentu seperti waktu CPU, memori, file dan perangkat
I/O untuk menyelesaikan tugasnya. Untuk mengatur proses yang ada, sistem operasi
bertanggung jawab pada aktrifitas-aktifitas yang berhubungan denagn manajemen proses
berikut :
a. Pembuatan dan penghapusan proses yang dibuat oleh user atau sistem.
b. Menghentikan proses sementara dan melanjutkan proses.
c. Menyediakan kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses dan komunikasi proses.
Pengelolaan / Manajemen proses diperlukan agar dapat :
1. Mengakhiri (end) dan membatalkan (abort) proses.
2. Mengambil (load) dan eksekusi (execute) proses.
3. Membuat dan mengahkiri proses.
4. Menentukan dan menggeser atribut proses.
5. Wait for time
6. Wait event, Signal event.
7. Mengalokasikan dan membebaskan memory.
Proses merupakan suatu program atau job yang sedang dieksekusi oleh CPU yang
memuat program counter, register, dan variable. Sistem Operasi bertanggung jawab untuk
mengelola proses-proses atau aktifitas-aktifitas dibawah ini, yaitu :
1. Pembuatan dan penghapusan proses
2. Penundaan dan pelanjutan proses
3. Penyedia mekanisme untuk :
4. Sinkronisasi antar proses
5. Komunikasi antar proses
6. Penangan deadlock.
b. Manajemen Memori Utama
Memori utama atau biasanya disebut dengan memori adalah sebuah array besar
berukuran word atau byte, dimana setiap array tersebut mempunyai alamat tertentu. Memori
adalah penyimpan yang dapat mengakses data dengan cepat yang digunakanoleh CPU dan
Sistem Operasi
STMIK U’BUDIYAH INDONSIA
perangkat I/O. Memori adalah perangkat penyimpan volatile. Isi memori akan hilang apabila
terjadi kegagalan system.
Untuk mengatur memori, sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitasaktifitas
manajemen memori sebagai berikut :
a. Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang
menggunakan
b. Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil ke memori jika tersedia
ruang di memori.
c. Mengalokasikan dan mendealokasikan ruang memori jika diperlukan.
Sistem Operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
managemen memori seperti:
a. Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dans iapa yang menggunakannya.
b. Memilih program yang akan di-load ke memori.
c. Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
c. Manajemen Penyimpan Sekunder
Karena memori utama (primary storage) bersifat volatile dan terlalu kecil untuk
mengakomodase semua data dan program secara permanen, sistem komputer harus
menyediakan penyimpan sekunder (secondary storage) untuk back up memori utama.
Beberapa sistem komputer modern menggunakan disk untuk media penyimpan on-lin,baik
program maupun data. Sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas manajemen
penyimpan sekunder sebagai berikut:
a. Pengaturan ruang bebas.
b. Alokasi penyimpanan.
c. Penjadwalan disk
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat
kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan
memory skunder yang bersifat permanen dan mampu menampung banyakd ata.Contoh dari
memory skunder adalah harddisk, disket, flashdisk, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk
management seperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadwalan disk.
d. Manajemen I/O
Sistem operasi bertanggung-jawab pada aktifitas-aktifitas sistem I/O sebagai berikut:
a. Sistem buffer-caching.
b. Antarmuka device-driver secara umum.
c. Driver untuk device hardware-hardware tertentu.
Sering disebut device manager. Menyediakan “device driver” yang umum sehingga
operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis,menutup). Contoh : pengguna
Sistem Operasi
STMIK U’BUDIYAH INDONSIA
menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan
floppy disk. Komponen Sistem Operasiuntuk sistem I/O:
Buffer : menampung sementara datadari/keperangkat I/O.
Spooling : melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebihefisien (antrian
dsb.
Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras
I/O.
e. Manajemen File
File adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan yang sudah didefinisikan
oleh pembuatnya (user). Biasanya, file berupa program (baik dalam bentu source maupun
object) dan data.
Untuk mengatur file, sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas yang
berhubungan dengan manajemen file sebagai berikut:
File adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat
file tersebut. file dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis(direktori,volume, dll.).
Sistem operasi bertanggung-jawab:.
a. Pembuatan dan penghapusan file.
b. Pembuatan dan penghapusan direktori.
c. Primitif-primitif yang mendukung untuk manipulasi file dan direktori.
d. Pemetaan file ke memori sekunder.
e. Backup file ke media penyimpanan yang stabil (nonvolatile).
referensi :
Perry greg. 2008.sistem operasi . Jakarta: PT. multimedia kita.
Hariayanto bambang, Ir,MT. sitem operasi. Bandung: informatika bandung.
Tupaitambun.wordpress.com
http://lecturer.eepis-its.edu/~arna/Diktat_SO/2.Struktur%20Sistem%20Operasi.pdf
http://ekohandoyo.blog.undip.ac.id/2009/12/08/struktur-sistem-operasi-ii/
http://mustblog09.wordpress.com/2010/11/05/atjeh-comtech/

Currently have 0 komentar:


Leave a Reply